Cara Budidaya Terong Belanda – Saat ini tanaman ini sudah mempunyai penggemarnya sendiri. Berbagai macam olahan makanan dan minuman dapat diolah dari buah terong Belanda. Selain menyegarkan, buah ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh. Serta menghindarkan dari berbagai penyakit yang bisa mengakibatkan kematian seperti stroke dan lain-lain.

Dengan segala keunggulan dan manfaat terong belanda, tentu akan mengundang pula peluang yang bisa diraih dari budidaya tanaman ini. Terong yang mudah tumbuh ini dapat menjadi sebuah kesempatan emas untuk menambah penghasilan di sela waktu setelah aktivitas kerja anda.

Tanaman ini paling cocok hidup di daerah yang bersuhu dingin seperti dataran tinggi. Makanya terong Belanda dibudidayakan pertama kali di Bogor. Daerah yang sudah terkenal dengan suhu dinginnya. Bila ditanam di suhu yang panas tanaman ini akan sudah berbuah bahkan bisa mati. Karena tunasnya tidak dapat menerima panas matahari secara langsung. Suhu panas maksimal yang ditoleransi untuk penanaman terong Belanda adalah 22-30 o Celsius.

Untuk daerah yang bersuhu di atas itu sebaiknya dibuatkan jaring-jaring di atasnya. Agar panas di siang hari tidak terkena langsung pada tunas dan daun mudanya. Tanaman ini bagus sekali di tanam pada musim kemarau karena mempunyai suhu dingin pada malam harinya.

cara menanam terong belanda

kebun terong

Persiapan Pembibitan

Terong Belanda dapat ditanam dengan dua sistem. Pertama, menggunakan sistem penyemaian dari buah yang sudah tua yang sudah dikeringkan. Kedua, menggunakan sistem stek. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas tentang pembibitan menggunakan biji terong Belanda.

Untuk tahap pertama siapkan bedengan untuk penyemaian bibit. Taburkan biji bibit ke atas bedengan yang tanahnya sudah dicampur dengan tanah subur dan pupuk kompos. Bibit bisa dipindahkan ke lahan yang lebih besar setelah mempunyai daun kecil. Biasanya bibit seperti ini berumur 1-1,5 bulan.

Lahan Tanam yang Bagus Untuk Terong Belanda

Ada tiga tipe penanaman terong Belanda yang dapat diaplikasikan oleh anda yang ingin membudidayakannya.

1. Penamanan langsung di tanah

Tempat tanam yang baik adalah yang tidak mengandung air yang banyak. Sebab tanaman ini paling tidak tahan terhadap air berlebih. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1,4 meter dengan tinggi sekitar 40 cm untuk menghindarkan tanaman dari genangan air.

Campur tanah dengan kapur dan pupuk kandang untuk mengurangi kadar asam pada tanah yang bisa menyebabkan tanaman menjadi kuning. Penaburan kapur dilakukan 2 minggu sebelum penanaman agar tanamannya tidak panas dan bisa tumbuh dengan baik.

Meski demikian

Bila anda mempunyai dana cukup, sebaiknya anda gunakan plastik di atas bedengan tersebut. Fungsinya untuk mengurangi tumbuhnya gulma yang dapat mengganggu asupan pupuk pada tanaman terong Belanda. Selain itu, anda juga lebih menghemat waktu.

Karena anda bisa tidak disusahkan tumbuhnya gulma di lahan ranam tersebut. Penanaman dengan lahan tanah langsung biasanya memerlukan tempat yang cukup luas bila menginginkan hasil yang lebih besar. Jenis penanaman ini biasanya dilakukan oleh petani yang ingin menjadikan budidaya terong Belanda sebagai salah satu penghasilan yang menguntungkan.

2. Penanaman menggunakan Pot

Untuk anda yang mempunyai lahan sempit, penggunaan pot sebagai tempat tanam bisa menjadi solusi budidaya terong Belanda. Anda dapat menyusunnya sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual kepada konsumen.

Pot saat ini sudah mempunyai banyak tipe yang bagus. Pastikan memilih pot yang memuliki diameter lebar agar tanaman dapat tumbuh dengan lebih leluasa. Pilih juga yang berbahan tebal supaya bisa bertahan lama dan tidak mudah pecah.

Untuk tanah yang digunakan usahakan menggunakan tanah yang subur. Untuk hasil yang lebih maksimal anda bisa menambahkan pupuk kompos sebelum tanah dimasukan ke dalam pot. Anda juga bisa menambahkan skam kayu agar tanah tidak mudah padat saat disiram setiap hari ketika sudah ada tanamannya nanti

3. Penanaman menggunakan Polybag

Meskipun polybag sekilas tak sekuat pot. Sebenarnya polybag juga mempunyai fungsi yang sama dengan pot yaitu jago untuk media tanam di lahan sempit. Keuntungannya polybag harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan pot. Kalau dari praktis saat ingin memindahkan tanaman ke tempat lain lebih mudah menggunakan pot. Semua punya kelebihan masing-masing, anda dapat menentukan pemilihannya sesuai dengan kebutuhan.

Jangan lupa untuk memilih tanah yang memiliki unsur hara yang baik. Anda bisa menambahkan pupuk kompos agar tanah tetap lunak dan tidak mudah mengeras saat diisikan di polybag. Pengalaman membuktikan bahwa tanah yang unsur haranya kurang akan berakibat pada mudah padat dan mengeras saat dimasukan ke dalam polybag.

Cara Tanam dan Pemeliharaan Terong Belanda

Untuk proses penamanan sebaiknya anda memotong tunas atas dari bibit terong ini. Manfaatnya batang tanaman akan mudah bercabang dan dari banyaknya cabang ini akan menghasilkan buah yang bagus dan lebat.

Dari segi pemeliharaan, anda harus rutin memberikan pupuk yang mengandung P dan K. Serta tambahan pupuk organik agar tanah tidak mudah rusak dan mengeras. Dua pupuk ini akan berkolaborasi untuk menghasilkan unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman.

Baca Juga:

  1. Manfaat Buah Terong Belanda Untuk Ibu Hamil dan Menyusui
  2. 18+ Manfaat Terong Belanda untuk Kesehatan dan Kecantikan

Demikian beberapa cara budidaya terong Belanda yang dapat anda praktekan. Semoga bermanfaat dan selamat praktek!